I.
Latar Belakang
Fingerprint atau pemindai sidik jari adalah
sebuah perangkat elektronik yang digunakan untuk menangkap gambar digital dari
pola sidik jari, sebuah sistem
input yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah data dari seorang
yang menggunakan sistem tersebut. Alat ini pertama kali digunakan Federal Bureau Investigation
(atau populer dengan sebutan FBI) di Amerika Serikat sekitar tahun 60-an. Sidik
jari ini biasanya tertinggal di tempat kejadian perkara sebuah peristiwa
kriminal. FBI kemudian menggunakannya untuk mengetahui jati diri korban atau
bahkan tersangkanya. Hanya dengan memasukkan sidik jari seseorang melalui
melalui teknologi komputer, pihak berwenang pun langsung mendapatkan data
seputar nama, tanggal lahir dan sejarah kriminalnya.
II.
Pembahasan
Fingerprint dibuat untuk memudahkan kerja manusia dalam
kegiatan dalam sehari hari. Biasanya sistem ini digunakan di sekolah, kampus,
perkantoran untuk absensi kehadiran, proses pemindai absen sidik jari akan
dilakukan pada awal masuk dan pulang yang jelas, bukti
kehadiran karyawan bisa didapat lewat alat ini. Tentu saja, hal ini sangat
membantu divisi Sumber Daya Manusia untuk mengevaluasi kinerja para karyawan. Sistem
ini bahkan juga digunakan untuk kepentingan keamanan dalam hal ini biasanya
digunakan untuk akses masuk kedalam perangkat seperti telpon genggam, tablet
ataupun laptop.
Sistem Fingerprint pada telpon genggam
Dalam hal ini sistem tersebut hanya digunakan pada gadget
yang touchscreen saja atau dengan kata lain layar sentuh. Ada juga untuk
keamanan tempat tinggal dan juga tempat penginapan seperti kost kostan atau pun
hotel, untuk tempat tinggal biasanya sistem ini digunakan untuk mengakses masuk
kerumah ataupun kamar.
Ilmu sidik jari di Indonesia khususnya di kalangan kepolisian
[harus dicek kebenarannya] dirintis oleh seorang desertir SS Nazi Jerman yang
lari ke Belanda dan kemudian ditempatkan di Makassar oleh pemerintah kolonial
Belanda sebagai perwira polisi. Setiap taruna Akpol di Indonesia mengenal
namanya sebagai perintis sidik jari di kalangan kepolisian Indonesia. Nama
desertir SS Nazi tersebut adalah Gustav Poppeck, mertua kedua pelukis maestro S.Sudjojono.
Gustav Poppeck dimamakamkan di TPU Menteng Pulo.
Fungsi lain dari sidik jari sebenarnya sangat banyak. Seperti
segala sesuatu dalam tubuh manusia, pola ini terbentuk melalui kombinasi faktor
genetik dan lingkungan. Kode genetik dalam DNA memberikan perintah umum dalam
pembentukan kulit selama dalam janin yang sedang berkembang, tetapi cara
tertentu pembentukan adalah hasil dari kejadian acak. Posisi yang tepat dari
janin dalam kandungan pada saat tertentu dan komposisi yang tepat, kepadatan
cairan ketuban di sekitar kitasemua mempengaruhi bagaimana setiap individu membentuk
polanya sendiri.
Jadi, selain hal-hal yang tak terhitung jumlahnya yang
mempengaruhi genetik Anda, ada faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi
pembentukan sidik jari. Sama seperti kondisi cuaca yang membentuk awan atau
garis pantai, seluruh proses pembentukan sangat acak, di seluruh perjalanan
sejarah manusia hampir tidak ada pola yang sama persis terjadi dua kali.
Akibatnya, sidik jari merupakan penanda unik untuk
seseorang, bahkan kembar identik. Ketika dua sidik jari mungkin terlihat
sekilas sama, seorang penyelidik terlatih atau software khusus dapat melihat
perbedaan yang jelas.
Ini adalah ide dasar dari analisis sidik jari,
baik investigasi kejahatan dan keamanan. Fungsi scanner fingerprint adalah
untuk menggantikan tugas seorang analis dengan mengumpulkan sampel cetak dan
membandingkannya dengan sampel lainnya pada daftar.
Sistem software scanner menggunakan algoritma yang sangat
kompleks untuk mengenali dan menganalisa hal-hal kecil tersebut. Ide dasarnya
adalah untuk mengukur posisi relatif dari hal-hal kecil tersebut. Cara termudah
untuk memahami hal tersebut adalah dengan mempertimbangkan bentuk-bentuk
minutia ketika Anda menarik garis lurus di antara mereka. Jika dua cetakan
memiliki tiga akhiran pola dan dua bifurcations, menghasilkan bentuk yang sama
dengan dimensi yang sama, ada kemungkinan besar keduanya berasal dari
fingerprint yang sama.
Untuk mendapatkan kecocokan, sistem scanner tidak
harus mencari seluruh pola hal-hal kecil baik dalam sampel dan dalam daftar,
scanner hanya perlu menemukan sejumlah pola minutia dari dua cetakan yang
memiliki kesamaan. Jumlah pasti sangat bervariasi sesuai dengan program scanner.
Berikut adalah cara
kerja fingerprint:
III. Diskusi
Perangkat
ini akan lebih baik jika ada disetiap tempat seperti kegiatan belajar, seperti sekolahan
maupun perguruan tingggi agar pada saat absensi tidak mengganggu kegiatan
belajar mengajar. Untuk menjalankan ini semua pihak kampus dan sekolah dan
pemerintah harus membantu.
IV. Kesimpulan
Namun dalam penggunaan sistem pengidentifikasian sidik jari
ini, ada beberapa hal yang bisa mengurangi kredibilitasnnya sebagai pengakes
data seseorang. Seperti, tidak bersedianya seseorang memberikan data yang
akurat sesuai dengan jati dirinya. Ini bisa saja karena data orang tersebut
tidak ingin diketahui oleh orang lain baik pemerintah maupun institusi lain
sehingga ada pemalsuan nama dan sebagainya. Juga tak tertutup kemungkinan,
orang memanipulasi alat ini untuk masuk ke data orang lain. Tentu semua itu
berkaitan dengan kriminalitas, Asal kelengkapan dan keakurasian data bisa
diperoleh maka alat ini pun akan menjadi sangat berguna.