Pengertian Konflik
Menurut kamus besar bahasa Indonesia konflik adalah percekcokkan, perselisihan, pertentangan. Konflik berasal dari kata kerja bahasa latin yaitu configure yang berarti saling memukul. Secara Sosiologis konflik diartikan sebagai proses social antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.Jika dilihat definisi secara sosiologis, konflik senantiasa ada dalam kehidupan masyarakat sehingga konflik tidak dapat dihilangkan tetapi hanya dapat diminimalkan.
Konflik adalah suatu pertentanngan yang terjadi antara dua pihak dan masing-masing berusaha mempertahankan hidup, eksistensi, dan prisipnya.
Jenis Jenis Konflik Dan Sumber Konflik
- Konflik pribadi
Konflik pribadi merupakan konflik yang terjadi antarpribadi karena adanya perbedaan-perbedaan tertentu yang saling dipertahankan oleh masing-masing pihak.
- Konflik rasial
Konflik rasial adalah pertentangan kelompok ras yang berbeda karena kepentingan kebudayaan yang saling bertabrakan.
- Konflik politik
Konflik politik menyangkut golongan-golongan dalam masyarakat (kepentingan) maupun di antara negara-negara yang berdaulat.
- Konflik antarkelas sosial
Konflik antarkelas sosial adalah konflik yang umumnya terjadi karena perbedaan kepentingan masing-masing kelas sosial. Misalnya seperti yang diungkapkan oleh Karl Marx yaitu konflik antara kelas borjuis dan proletar (buruh).
- Konflik antarkelompok
Konflik antar kelompok adalah konflik yang terjadi karena persaingan untuk mendapatkan mata pencaharian yang sama atau terjadi karena pemaksaan unsur-unsur kebudayaan tertentu. Di samping itu mungkin ada pemaksaan agama, dominasi politik, adanya konflik tradisional yang terpendam.
Faktor- faktor penyebab konflik beraneka
ragam, yaitu:
Komunikasi: pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa
yang sulit dimengerti atau informasi yang mendua dan tidak lengkap serta gaya
individu manajer yang tidak konsisten.
S Struktur: Pertarungan kekuasaan antar departemen dengan
kepentingan- kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan
untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua
atau lebih kelompok- kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
-Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai- nilai social
pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka dan
perbedaan dalam nilai- nilai atau persepsi.
Kelangkaan sumber daya dan dana yang langka. Hal ini karena
suatu individu atau organisasi yang memiliki sumber daya dan dana yang
terbatas.
-Saling ketergantungan pekerjaan.
Ketergantungan pekerjaan satu arah. Berbeda dengan
sebelumnya, ketergantungan pekerjaan satu arah berarti bahwa keseimbangan
kekuasaan telah bergeser, konflik pasti lebih tinggi karena unit yang dominan
mempunyai dorongan yang sedikit saja untuk bekerja sama dengan unit yang berada
di bawahnya.
-Ketidak jelasan tanggung jawab atau yurisdiksi. Dalam hal
tertentu, pada dasarnya orang memang tidak ingin bertanggung jawab, terlebih
mengenai hal- hal yang berakibat tidak atau kurang menguntungkan. Apabila hal
ini menyangkut beberapa pihak dan masing- masing tidak mau bertanggung jawab
maka kejadian seperti ini dapat menimbulkan konflik.
-Ketidak terbukaan terhadap satu sama lain
-Ketidak saling percaya antara satu orang dengan orang lain
dalam organisasi.
-Ketidak jelasan pola pengambilan keputusan, pola pendelegasian
wewenang, mekanisme kerja dan pembagian tugas.
-Kelompok pimpinan tidak responsitif terhadap kebutuhan dan
aspirasi para bawahannya.
- Adanya asumsi bahwa dalam organisasi terdapat berbagai
kepentingan yang diperkirakan tidak dapat atau sulit diserasikan.
Strategi Penyelesaian Konflik
1. Menghindar
menghindari konfik dapat dilakukan jika
isu atau masalah yg memicu konflik tidak terlalu pentin atau jika potensi
konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang ditimbulkannya.
2. Mengakomodasi
memberi kesempatan pada orang lain untuk
mengatur stratei pemecahan masalah,khususnya apabila isu tersebut penting bagi
orang lain.
3. Kompetisi
gunakan metode ini jika anda percaya
bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding
yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda.
4. Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan
sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, mserta
meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
5. Memecahkan masalah
pemecahan sama-sama menang
dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.
Reverensi: http://ratnandoet.wordpress.com/konflik-sosial/
https://zeincom.wordpress.com/2011/10/23/pkjsk/
https://zeincom.wordpress.com/2011/10/23/pkjsk/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar