Selasa, 17 Mei 2016

Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemamuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup (usaha). Kewirausahaan merupakan ilmu yang memiliki obbyek kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Heru, 2009:1). Dalam bidang tertentu seperti perdagangan dan jasa, kewirausahaan dijadikan kompetensi inti guna meningkatkan kemampuan bersaing, perubahan, inovasi, pertumbuhan dan daya tahan usaha, perusahaan. Kewirausahaan dapat digunakan untuk kiat bisnis jangka pendek dan jangka panjang sebagai kiat kehidupan secara umum.
Para ahli manajemen dan peneliti mendefinisikan wirausahawan secara berbeda. Ada yang memandang bahwa seorang wirausaha adalah orang atau kelompok yang menciptakan usaha baru. Seorang wirausahawan adalah pencipta, pemilik, dan pemimpin eksekutif perusahaan. Pendapat lain mengungkapkan wirausahawan adalah orang yang menciptakan usaha untuk mendapatkan laba dan terus berkembang yang lebih menekankan resiko keuangan sebagai karateristik kunci dalam mengambil keputusan. Seorang wirausaha adalah seorang yang menyukai perubahan, melakukan berbagai temuan yang membedakan dirinya dengan orang lain, memiliki manfaat untuk dirinya dan orang lain, karyanya dibangun berkelanjutan dan dilembagakan. Peter Drucker berpendapat bahwa euntrepreneurship dan inovasi merupakan hal sentral dalam prose kreatif perekonomian. Inovasi adalah fungsi spesifik dari entrepreneurship, sebagai sebuah cara menciptakan sumber daya baru yang mendayagunakan sumberdaya yang ada untuk menghasilkan kekayaan. Proses kewirausahaan secara tipikal sama dengan proses manajemen straegi (Heru, 2009:2).

Sikap terhadap kewirausahaan menurut Walgito (2002:110) mengemukakan bahwa “Sikap itu merupakan organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatife ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar kepada orang tersebut untuk membuat respons atauberperilaku dalam cara yang tertentu yang dipilihnya”. Menurut Soemanto (2008:57), disimpulkan bahwa manusia yang bersikap mental wiraswasta setidak-tidaknya memiliki enam kekuatan mental yang mengembangkan kepribadian yang kuat yaitu berkemauan keras, berkeyakinan atas kekuatan pribadi, kejujuran dan tanggung jawab, ketahanan psikis dan mental, ketrampilan wiraswasta, keterampilan dalam bergaul antar manusia. (Ormrod, 2008: 20) menyatakan bahwa efikasi diri adalah penilaian seseorang tentang kemampuannya sendiri untuk menjalankan perilaku tertentu atau mencapai tujuan tertentu.Efikasi diri adalah keyakinan seseorang bahwa ia mampu melakukan tugas tertentu dengan baik. Dan kepercayaan bisa didukung dari faktor keluarga. Orang tua akan memberikan corak budaya,suasana rumah, pandangan hidup dan pola sosialisasi yang akan menentukan sikap, perilaku serta proses pendidikan terhadap anak-anaknya. Orang tua yang bekerja sebagai wirausaha akan mendukung dan mendorong kemandirian, berprestasi dan bertanggung jawab. Dukung orang terdekat yaitu orangtua sangat berpengaruh baik dukungan fisik maupun moril kepada seseorang untuk membangkitkan rasa percaya diri dan motivasi dalam berwirausaha (Tony, 2009:120). Biasanya seseorang yang memiliki latar belakang keluarga yang turun dalam dunia berwirausaha akan termotivasi oleh keluarganya atau mendapat stimulan oleh keluarganya untuk membangun sebuah usaha.
Menurut Zimmerer & Scarborough definisi tentang wirausahawan adalah seseorang yang menciptakan sebuah bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidak pastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkan sumber daya yang dimiliki. (Heru, 2009:2).
Dari definisi tersebut terlihat bahwa seorang wirausahawan dalam melakukan aktivitas menggunkan pendekatan yang terencana dan hati-hati yang mengaplikasikan konsep manajemen strategik dimana dalam keputusan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan wirausaha (internal) dan juga peluang dan hambatan yang ada dalam lingkungan usaha (eksternal), bermanfaat untuk individu dan masyarakat.
Memperoleh kontrol atas kemampuan diri. Proses mendirikan kegiatan usaha sampai berhasil memerlukan kerja yang cukup lama dengan risiko yang cukup. Dalam jangka panjang akan terbentuk kemampuan untuk melakukan kontrol apa yang akan dilakukan dan yang telah dilakukan serta kemampuan dalam diri wirausaha.
Memanfaatkan potensi dan melakukan perubahan. Banyak wirausaha melakukan pekerjaan atau melakukan bisnis karena melihat kesempatan yang ada sekarang maupun prospek dimasa depan. Kesempatan yang cukup tinggi, peubahan kehidupan yang sangat cepat mendorong banyak wirausaha mencoba melaukan bisnis untuk sekedar mengukur kemapuan diri sendiri, tuntutankehiddan kesempatan  melakukan perubahan.
Memperoleh manfaat finansial tanpa batas. Walaupun keuntungan finansial kadangkala bukan motivasi utama melakukan kegiatan usaha, namun keuntungan finansial menjadi fktor penting guna kelangsungan hidup usaha dan pertumbuhan. Adakalanya pada suatu waktu keuntungan wirausaha sangat tinggi di atas rata-rata keuntungan jenis usaha yang sama ( rata-rata industri). Dengan risiko usaha yang harus ditanggung sendiri, wirausaha dalam melakukan kegiatan usaha dengan perencanaanm implementasi yang cukup hati-hati.
Berkontribusi kepada masyrarakat dan mendapatkan pengakuan atas usaha. Wirausaha merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan komunitas masyarakat. Wirausaha pada umumnya memiliki keinginan untuk dihormati,dianggap sebagai bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Pada masa sekarang dan mendatang kewajiban wirausaha tidak bisa dilepaskan dari perlilaku etis serta tanggung jawab sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari kehidupan bisnisnya.
Kewirausahaan muncul dipicu oleh kondisi wirausaha (internal), keluarga, komunitas, bangsa maupun kondisi suatu negara. Dorongan apa yang menyebabkan kewirausahaan (tumbuhnya para wirausahawan) dalam sebuah komunitas, bangsa maupun dalam suatu negara (Kristanto, 2009:6).

Daftar Pustaka: 


Kristanto HC, Heru. 2009. Kewirausahaan Enterpreneurship - Pendekatan Manajemen Dan Praktik. Graha Ilmu. Jakarta.

Ormrod, Jeanne Ellis. 2008. Psikologi Pendidikan Jilid I. Erlangga. Jakarta

Soemanto. 2008. Pendidikan Kewirausahaan. Jakartan: Bumi Aksara.

Tony, Wijaya. 2007.  Jurnal Ekonomi Manajemen Fakultas Hubungan Adversity Intellegence Dengan Intensi Berwirausaha. Ekonomi Universitas Kristen Petra. Yogyakarta.

Walgito, Bimo. 2002. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Andi Offset. Yogyakarta.