Kewirausahaan adalah ilmu yang mempelajari
tentang nilai, kemamuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan
hidup (usaha). Kewirausahaan merupakan ilmu yang memiliki obbyek kemampuan
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Heru, 2009:1). Dalam bidang tertentu
seperti perdagangan dan jasa, kewirausahaan dijadikan kompetensi inti guna
meningkatkan kemampuan bersaing, perubahan, inovasi, pertumbuhan dan daya tahan
usaha, perusahaan. Kewirausahaan dapat digunakan untuk kiat bisnis jangka
pendek dan jangka panjang sebagai kiat kehidupan secara umum.
Para ahli manajemen dan peneliti
mendefinisikan wirausahawan secara berbeda. Ada yang memandang bahwa seorang
wirausaha adalah orang atau kelompok yang menciptakan usaha baru. Seorang
wirausahawan adalah pencipta, pemilik, dan pemimpin eksekutif perusahaan.
Pendapat lain mengungkapkan wirausahawan adalah orang yang menciptakan usaha
untuk mendapatkan laba dan terus berkembang yang lebih menekankan resiko
keuangan sebagai karateristik kunci dalam mengambil keputusan. Seorang
wirausaha adalah seorang yang menyukai perubahan, melakukan berbagai temuan
yang membedakan dirinya dengan orang lain, memiliki manfaat untuk dirinya dan
orang lain, karyanya dibangun berkelanjutan dan dilembagakan. Peter Drucker
berpendapat bahwa euntrepreneurship dan inovasi merupakan hal sentral dalam
prose kreatif perekonomian. Inovasi adalah fungsi spesifik dari
entrepreneurship, sebagai sebuah cara menciptakan sumber daya baru yang
mendayagunakan sumberdaya yang ada untuk menghasilkan kekayaan. Proses
kewirausahaan secara tipikal sama dengan proses manajemen straegi (Heru,
2009:2).
Sikap terhadap kewirausahaan menurut Walgito
(2002:110) mengemukakan bahwa “Sikap itu merupakan organisasi pendapat,
keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatife ajeg, yang
disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar kepada orang tersebut
untuk membuat respons atauberperilaku dalam cara yang tertentu yang
dipilihnya”. Menurut Soemanto (2008:57), disimpulkan bahwa manusia yang
bersikap mental wiraswasta setidak-tidaknya memiliki enam kekuatan mental yang
mengembangkan kepribadian yang kuat yaitu berkemauan keras, berkeyakinan atas
kekuatan pribadi, kejujuran dan tanggung jawab, ketahanan psikis dan mental,
ketrampilan wiraswasta, keterampilan dalam bergaul antar manusia. (Ormrod,
2008: 20) menyatakan bahwa efikasi diri adalah penilaian seseorang tentang
kemampuannya sendiri untuk menjalankan perilaku tertentu atau mencapai tujuan
tertentu.Efikasi diri adalah keyakinan seseorang bahwa ia mampu melakukan tugas
tertentu dengan baik. Dan kepercayaan bisa didukung dari faktor keluarga. Orang tua akan memberikan corak budaya,suasana rumah, pandangan
hidup dan pola sosialisasi yang akan menentukan sikap, perilaku serta proses pendidikan
terhadap anak-anaknya. Orang tua yang bekerja sebagai wirausaha akan mendukung
dan mendorong kemandirian, berprestasi dan bertanggung jawab. Dukung orang
terdekat yaitu orangtua sangat berpengaruh baik dukungan fisik maupun moril
kepada seseorang untuk membangkitkan rasa percaya diri dan motivasi dalam
berwirausaha (Tony, 2009:120). Biasanya seseorang yang memiliki latar belakang
keluarga yang turun dalam dunia berwirausaha akan termotivasi oleh keluarganya
atau mendapat stimulan oleh keluarganya untuk membangun sebuah usaha.
Menurut Zimmerer & Scarborough definisi tentang
wirausahawan adalah seseorang yang menciptakan sebuah bisnis baru dengan
mengambil resiko dan ketidak pastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan
dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkan sumber daya yang
dimiliki. (Heru, 2009:2).
Dari definisi tersebut terlihat bahwa seorang
wirausahawan dalam melakukan aktivitas menggunkan pendekatan yang terencana dan
hati-hati yang mengaplikasikan konsep manajemen strategik dimana dalam
keputusan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan wirausaha (internal) dan juga
peluang dan hambatan yang ada dalam lingkungan usaha (eksternal), bermanfaat
untuk individu dan masyarakat.
Memperoleh kontrol atas kemampuan diri.
Proses mendirikan kegiatan usaha sampai berhasil memerlukan kerja yang cukup
lama dengan risiko yang cukup. Dalam jangka panjang akan terbentuk kemampuan
untuk melakukan kontrol apa yang akan dilakukan dan yang telah dilakukan serta
kemampuan dalam diri wirausaha.
Memanfaatkan potensi dan melakukan
perubahan. Banyak wirausaha melakukan pekerjaan atau melakukan bisnis karena
melihat kesempatan yang ada sekarang maupun prospek dimasa depan. Kesempatan
yang cukup tinggi, peubahan kehidupan yang sangat cepat mendorong banyak
wirausaha mencoba melaukan bisnis untuk sekedar mengukur kemapuan diri sendiri,
tuntutankehiddan kesempatan melakukan perubahan.
Memperoleh manfaat finansial tanpa batas.
Walaupun keuntungan finansial kadangkala bukan motivasi utama melakukan
kegiatan usaha, namun keuntungan finansial menjadi fktor penting guna
kelangsungan hidup usaha dan pertumbuhan. Adakalanya pada suatu waktu
keuntungan wirausaha sangat tinggi di atas rata-rata keuntungan jenis usaha
yang sama ( rata-rata industri). Dengan risiko usaha yang harus ditanggung
sendiri, wirausaha dalam melakukan kegiatan usaha dengan perencanaanm
implementasi yang cukup hati-hati.
Berkontribusi kepada masyrarakat dan
mendapatkan pengakuan atas usaha. Wirausaha merupakan bagian yang tak
terpisahkan dengan komunitas masyarakat. Wirausaha pada umumnya memiliki
keinginan untuk dihormati,dianggap sebagai bagian dari kehidupan masyarakat
setempat. Pada masa sekarang dan mendatang kewajiban wirausaha tidak bisa
dilepaskan dari perlilaku etis serta tanggung jawab sosial kemasyarakatan
sebagai bagian dari kehidupan bisnisnya.
Kewirausahaan muncul dipicu oleh kondisi
wirausaha (internal), keluarga, komunitas, bangsa maupun kondisi suatu negara.
Dorongan apa yang menyebabkan kewirausahaan (tumbuhnya para wirausahawan) dalam
sebuah komunitas, bangsa maupun dalam suatu negara (Kristanto, 2009:6).
Daftar Pustaka:
Kristanto HC, Heru. 2009. Kewirausahaan Enterpreneurship -
Pendekatan Manajemen Dan Praktik. Graha Ilmu. Jakarta.
Ormrod, Jeanne Ellis. 2008. Psikologi Pendidikan Jilid I.
Erlangga. Jakarta
Soemanto. 2008. Pendidikan Kewirausahaan. Jakartan: Bumi
Aksara.
Tony, Wijaya.
2007. Jurnal Ekonomi Manajemen
Fakultas Hubungan Adversity Intellegence Dengan Intensi Berwirausaha. Ekonomi
Universitas Kristen Petra. Yogyakarta.
Walgito, Bimo. 2002. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Andi
Offset. Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar